| on 01-01-2008 13:07
|
Views : 475  |
Favoured : 28 |
Komitmen Wali Kota Denpasar Drs. A.A. Puspayoga dalam menggali dan melestarikan kearifan lokal dilakukan dengan berbagai cara. Setelah menuangkan dalam wujud visi dan misi pembangunan Kota Denpasar, kali ini Puspayoga kembali mengangkat potensi dalam bidang kuliner dengan mengemas kegiatan ''Denpasar Heritage Food Festival''. Event yang digelar di depan Inna Bali Hotel ini diharapkan dapat memperkenalkan dan mengangkat makanan tradisional di kalangan wisatawan. Seperti apa kegiatannya? ---------------- Suasana di Jalan Veteran, Denpasar, tepatnya di depan Inna Bali Hotel, Sabtu (29/12), berbeda dari hari biasanya. Belasan stan yang menjual beraneka makanan dan minuman tradisional Bali memenuhi sepanjang kawasan di depan hotel tertua di Denpasar tersebut. Beberapa jenis makanan, mulai dari sate kakul (keong), jukut ares, daluman, rujak kuah pindang sampai tipat cantok menjadi rebutan para pengunjung pagi hingga menjelang malam. Tidak terkecuali, suami Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas, didampingi Puspayoga juga menikmati sate kakul dan beberapa makanan tradisional lainnya. Selain Denpasar Heritage Food Festival, pada kesempatan tersebut juga dilakukan soft launching Sightseeing Denpasar 2008 untuk mendukung Visit Indonesia Year 2008. Kedua kegiatan ini dibuka Dirjen Pemasaran Depbudpar RI Thamrin B. Bachri. Thamrin B.Bachri menyambut positif Denpasar Heritage Food Festival dan Sightseeing Denpasar 2008 sebagai program pengejawantahan Visit Indonesia Year 2008. Kegiatan semacam ini bukan saja memberi nilai plus pada dunia pariwisata, tetapi secara langsung sebagai upaya Pemkot memberikan ruang bagi dunia usaha mikro kecil. Kadis Pariwisata Bali Drs. I Gede Nurjaya menilai kegiatan ini merupakan ide cerdas dan cemerlang Wali Kota Denpasar. Kedua program ini bukan saja mengangkat citra pariwisata Bali, sekaligus menggairahkan potensi lokal, terutama UKM yang ada di Denpasar. ''Untuk itu saya sangat mendukung dan mengajak komponen pariwisata ikut mensosialisasikannya,'' katanya. Sementara itu, Kadiparda Kota Denpasar Drs. I Putu Budiasa dalam laporannya menyampaikan, Denpasar Heritage Food Festival hanya digelar dalam dua hari dengan melibatkan 14 peserta UKM olahan pangan tradisional ICA Bali, PKK Kota Denpasar. Peserta pendukung berupa pameran perajin binaan Dekranas Denpasar dan dari Inna Bali Hotel. Adapun produk yang ditampilkan berupa olahan maupun jajan, minuman serta masakan tradisional Bali. Budiasa mengatakan Sightseeing Denpasar 2008 merupakan rangkaian atraksi wisata unggulan di Kota Denpasar dirancang menyongsong dan me nyukseskan Visit Indonesia Year 2008. Sightseeing Denpasar ini dikemas dalam bentuk rentetan kegiatan baik yang diselenggarakan pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Kegiatan yang baru pertama kali ini digelar, mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Bahkan, tidak sedikit wisatawan mancanegara yang terlihat membeli beraneka ragam makanan tradisional yang ditawarkan pemilik stan. Beberapa stan yang menjual makanan tradisional terlihat kehabisan makanan sebelum acara berakhir. ''Melihat sambutan yang cukup baik, kami akan rancang event ini secara rutin di tahun-tahun mendatang,'' ujar Puspayoga sambil menikmati rujak cuka pedas. Sumber: balipost.co.id
|