| on 18-01-2008 18:54
|
Views : 1017  |
Favoured : 70 |
DENPASAR, JUMAT - Bali memerlukan sejumlah pramuwisata yang menguasai Bahasa Arab dalam menyongsong kehadiran wisatawan asal Timur Tengah. Terbukanya penerbangan Doha-Denpasar melalui Kuala Lumpur (Malaysia) yang direncanakan menambah jadwal penerbangannya menjadi setiap hari mulai Maret 2008, dapat dipastikan akan lebih banyak lagi membawa turis asal Timur Tengah ke Bali, kata Ketua HPI Bali, Made Sukadana di Denpasar, Jumat. Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) menyongsong kehadiran turis asal Timur Tengah itu, sudah sewajarnya mempersiapkan tenaga profesional yang menguasai Bahasa Arab dengan baik. Ia menyebutkan, Qatar Airways membuka penerbangan Doha-Denpasar melalui Kualalumpur empat kali seminggu sejak setahun lalu, dan akan ditingkatkan mulai Maret mendatang dengan harapan mampu menerbangkan wisatawan asing setiap hari ke Bali. Kepariwisataan Bali yang sudah dikenal dunia internasional baru memiliki 7.039 pramuwisata bersertifikat. Mereka itu sebagian besar menguasai Bahasa Inggris dan Jepang, baru satu orang menguasai Bahasa Arab. Untuk menyongsong kunjungan wisatawan mancanegara yang lebih banyak ke Bali terutama dari Timur Tengah, maka sangat diperlukan pramuwisata yang menguasai Bahasa Arab guna mempermudah memberikan pelayanan secara maksimal. Guna menjaring minat generasi muda menjadi pramuwisata, HPI Bali mengajak anak-anak muda untuk mengikuti pelatihan sehingga mampu meraih sertifikat kepramuwisataan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Bali. Sukadana mengatakan, pramuwisata yang bisa melakukan praktek mengantarkan wisatawan ke lokasi wisata di daerah ini adalah mereka yang tercatat dan memiliki sertifikat yang dikeluarkan Dinas Pariwisata setempat. Minat untuk menjadi pramuwisata di Bali cukup besar, kata Sukadana sambil menunjukkan jumlah peserta pelatihan yang sudah terdaftar sebanyak 735 orang dan jumlah itu akan bertambah terus hingga ditutup Akhir Januari 2008. (ANT/ABI) Sumber: www.kompas.com
|