| on 01-01-2008 13:11
|
Views : 601  |
Favoured : 28 |
Denpasar (Bali Post) - Kabar gembira bagi para pelaku pariwisata di Bali. Mulai pertengahan Januari sampai akhir Februari 2008, akan terjadi ledakan luar biasa kunjungan wisatawan asing, khususnya wisatawan Mandarin. Diperkirakan sedikitnya 20 ribu wisatawan dari daratan Tiongkok akan menikmati keindahan budaya dan alam panorama Bali. Sayang, kedatangan para wisatawan yang dipastikan ikut menyumbang devisa bagi negara itu belum dibarengi dengan kelengkapan pramuwisata (guide) Mandarin. Berdasarkan data DPD HPI Bali, saat ini terdaftar sekitar 717 guide. Sementara yang aktif cuma 333 orang. ''Padahal untuk meladeni keseluruhan wisatawan tersebut, sedikitnya diperlukan 700 sampai dengan 800 guide,'' jelas Ketua Divisi Mandarin DPD HPI Bali Chandra Salim di sela-sela penutupan kursus singkat pembinaan dan pemantapan untuk meningkatkan SDM Pramuwisata Bali, di Kuta, Minggu (30/12) kemarin. Pada kesempatan itu, Chandra didampingi Sekretaris Divisi I Wayan Rencana. Chandra menduga ada sejumlah alasan kenapa banyak guide Mandarin yang terdaftar di HPI Bali tidak aktif. Salah satu faktornya ada kemungkinan para guide tersebut sudah beralih profesi. Bisa jadi, guide tersebut telah pulang kampung dengan menanggalkan atribut guide yang dimilikinya. Kedatangan wisatawan Mandarin dalam jumlah banyak, menurut Chandra Salim, memaksa pihaknya untuk membuat terobosan dengan mengadakan kursus singkat. Cara seperti ini dinilai merupakan langkah paling bagus, di dalam mengantisipasi kemungkinan kekosongan pramuwisata Mandarin. Pihaknya tidak menginginkan Bali sebagai daerah kunjungan wisata dicap negatif, semata-mata akibat belum tersedianya pemandu wisata yang bisa memberikan gambaran kepada para wisatawan tentang Bali secara keseluruhan. ''Jangankan untuk yang hight sesion, untuk kunjungan yang normal pun sebenarnya masih kurang,'' jelas Chandra Salim. Idealnya Bali memiliki sedikitnya 500 sampai dengan 700 pramuwisata Mandarin. Pada kursus singkat tersebut, sebanyak 260 calon pramuwisata Mandarin mendapat pelatihan selama lima hari. Materi yang diberikan meliputi struktur organisasi dan peran HPI dalam kepariwisataan (DPD HPI), sistem sosial masyarakat Bali (DPD HPI), penduduk dan kebudayaan Bali (DPD HPI), agama dan upacara agama Hindu (Unhi), peraturan perundang-undangan kepariwisataan (DPD HPI), kebijakan pengembangan pariwisata budaya (Disparda Bali), tata krama busana Bali (Disparda Bali), teknik memandu wisatawan-Kode Etik Pramuwisata (DPD HPI), simbol-simbol agama Hindu, sejarah objek wisata (DPD HPI) dan arsitektur tradisional Bali (Unhi). Sumber: balipost.co.id
|