| on 12-05-2008 15:07
|
Views : 1598  |
Favoured : 112 |
Tak dapat dipungkiri, pada setiap akhir minggu, liburan panjang ataupun liburan sekolah Bali selalu dipenuhi wisatawan domestik khususnya dari Surabaya dan Jakarta yang sangat potensial sebagai target wisatawan domestik. Dalam kenyataannya tak jarang wisatawan tersebut saat jam makan tiba kebingungan harus makan dimana. Hal tersebut diharapkan tidak akan terjadi lagi mengingat wisatawan yang datang ke Bali akan dimanjakan dengan peta tempat rumah makan, jenis makanan hingga daftar harga yang disebut warung lipat. Koordinator Bali Tourism Board –BTB – Ida Bagus Ngurah Wijaya di Denpasar tanggal 07 Mei 2008 menjelaskan warung lipat adalah sebuah peta panduan tempat makan di Bali yang menyuguhkan 40 warung pavorit di Bali dengan harga terjangkau. Empat lokasi destinasi pariwisata utama Bali yang baru terdata dalam warung lipat dimaksud, Kuta, Denpasar, Sanur dan Ubud. Untuk memastikan mudah dibawa kemana-mana oleh wisatawan Warung lipat Bali ditata desain dalam bentuk peta yang terlipat rapi seukuran saku. Sementara itu Henry Ablun wakil presiden Asosiasi Juru Masak Indonesia – ICA wilayah Indonesia Timur menilai ide pembuatan warung lipat cukup baik dan akan berupaya bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk mencari otoritas ikut membina rumah makan yang ada dari sisi higenisnya dan sanitasinya juga tak menutup kemungkinan cara pengolahan bahan masakan yang benar dan sehat. Ditargetkan 100 ribu eksemplar warung lipat akan disebar mulai 5 juni 2008 ini, BTB mendukung pendistribuasian warung lipat secara cuma-cuma di ruang kedatangan domestik Bandara Ngurah Rai pada saat musim libur sekolah. Disamping disebar di pintu masuk Gilimanuk dan juga akan dibagikan dalam acara promosi pariwisata Bali Village di mall-mall terkemuka di Jakarta dan Surabaya. (Gusti Lanang Ngurah) Sumber: baliprov.go.id
|
|
|
Users' Comments  |
|
Average user rating
No rating |
|
Add your comment
|